Kadang kita merasa tidak bahagia karena belum memiliki pendamping atau pasangan hidup yang baik. Hidup ini rasanya belum lengkap dan belum sempurna. Banyak orang yang mendambakan pasangan yang pantas, tetapi dirinya sendiri malas menjaga penampilan, masih punya kebiasaan buruk, masih terbelenggu masa lalu, dan tidak berusaha untuk mengubah diri menjadi lebih baik. Sama seperti untuk mendapatkan kebahagiaan, untuk mendapatkan pasangan jiwa kau tidak bisa hanya diam menunggu, kau harus berusaha keras untuk mendapatkannya. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan pribadi dan kualitas dirimu. Outer beauty dan inner beauty sama pentingnya dalam diri setiap manusia. Kesemuanya itu membentuk pribadimu sebagai manusia yang baik di mata orang lain dan di mata Tuhan. Buku ini berisi tip-tip ringan tetapi tepat sasaran untuk untuk meningkatkan kualitas dirimu di mata lawan jenis.

Buku yang kami tawarkan ini adalah perasaan dari pengalaman panjang Penulis yang malang melintang di dunia jihad. Berisi inspirasi,spirit, pembekalan sekaligus pemahaman utuh tentang jihad fi sabilillah.
Misalnya, bagaimana menyikapi kelemahan Mujahidin, menjaga persatuan, motivasi untuk tetap bertahan dalam ibadah paling mulia meski dalam tekanan dan serba keterbatasan… dan rangkainan refleksi penulis tentang jihad dari A hingga Z.
Tentu, kapasitas keilmuan penulis sebagai Doktor Syariah dengan predikat cumlaude menjadikan refleksi tersebut mengakar kuat. Membacanya, anda seperti duduk di tengah gunung gunung batu Afghanistan dengan dentuman bom sebagai simponi kehidupan sehari hari. Keakraban bertutur sang penulis menjadikan buku ini tak berlebihan bila dinobatkan sebagai “La Tahzan” nya Jihad.

Allah Var Problem Yok! Artinya: Allah ada, masalah tiada. Artinya juga: kalau Allah jauh, masalah datang. Ini juga berarti: siapa yang memiliki Allah, maka ia tidak menderita! Atau, siapa pun yang memiliki Allah, maka deritanya pun akan sirna…
Sepanjang masih hidup, manusia akan selalu dihadapkan pada kesedihan sebagaimana ia juga dihadapkan pada kebahagiaan. Kesedihan diberikan sebagai mekanisme untuk melindungi diri. Di saat manusia bersedih karena suatu hal, ia akan dipaksa melakukan sesuatu guna menghilangkan kesedihan itu. Namun menghilangkan dalam arti menjauhkan. Karena manusia tidak mungkin bisa melenyapkan kesedihan itu dari kehidupan. Oleh karena itu jika kita adalah manusia, maka kita akan merasa bersedih. Namun jangan sampai kesedihan itu melanda kita untuk sepanjang masa…



Terjual lebih dari satu juta kopi di seluruh dunia
Apa yang Anda alami hari ini adalah dampak dari pikiran Anda kemarin. Apa yang akan Anda alami esok hari adalah dampak dari pikiran Anda hari ini.  Pikiran yang sedang Anda bayangkan saat ini sedang menciptakan kehidupan masa depan Anda.

Anda berpikir bisa atau tidak bisa, dua-duanya akan benar. Bila Anda berpikir bisa, insya Allah Anda bisa. Tetapi bila Anda berpikir tidak bisa, insya Allah Anda tidak bisa. 

Jika Anda mengubah cara berpikir Anda, kehidupan Anda pun ikut berubah. Jika pikiran Anda berubah ke arah positif maka kehidupan Anda menuju arah yang positif. Sekali Anda dapat merangkul sepenuhnya kekuatan pikiran Anda, kekuatan itu akan mengubah cara Anda menjalani kehidupan.

Tak akan ada yang dapat menghentikan orang yang bermental positif untuk mencapai tujuannya. Sebaliknya, tak ada sesuatu pun di dunia ini yang dapat membantu seorang yang sudah bermental negatif.

KETIKA kita sudah bermimpi, realisasikanlah mimpi tersebut agar menjadi sebuah kenyataan. Yakinlah dengan impian yang kamu miliki, bahwa mimpimu itu akan menjadi apa yang kamu inginkan. Buktikanlah kalau kamu itu bukan sedang tidur. Tapi kamu benar-benar sedang terbangun saat itu. He he
Doa pagi siang sore malam. Habis shalat-shalat fardhu, habis shalat sunnah dhuha. Doaaaaaaaa trus. Hingga Allah membimbing…
#Bukan Sekadar Saya berikan contoh sederhana tentang ’bukan sekadar dream.’ Mudah-mudahan ini bisa diambil i’tibaar / hikmah / pelajaran.
#Bukan Sekadar Saya ketemu seorang supir taksi. Ketika mau zuhur berjamaah di masjid, supir ini nanya, “Gimana ya caranya supaya bisa punya rumah?”

AMARAH, dalam bentuk apapun, output-nya sering kali akan merugikan kita sendiri. Itu sebabnya kita diperintahkan oleh Rasul agar bisa mengendalikan amarah kita. Ini akibatnya jika kita tidak bisa mengendalikan rasa amarah kita.
Menyakiti perasaan orang lain
Jika amarah kita tidak terkontrol, biasanya, kita akan berbicara dan bertindak berdasarkan emosi kita. Seringkali kata-kata dan tindakan kita akan menyakit perasaan orang lain.
Melakukan kekerasan yang berujung pada tindak kriminal.
Saat orang sudah kehilangan akal sehat dan tidak dapat menahan amarah.

TANYAKAN kepada orang Syiah: “Apakah Anda beragama Islam?” Maka dia akan menjawab dengan penuh keyakinan: “Tentu saja, kami adalah Islam. Kami ini Muslim.” Lalu tanyakan lagi ke dia: “Bagaimana cara Islam sampai Anda, sehingga Anda menjadi seorang Muslim?”
Maka orang itu akan menerangkan tentang silsilah dakwah Islam. Dimulai dari Rasulullah, lalu para Shahabatnya, lalu dilanjutkan para Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in, lalu dilanjutkan para ulama Salafus Shalih, lalu disebarkan oleh para dai ke seluruh dunia, hingga sampai kepada kita di Indonesia.”
Kemudian tanyakan ke dia:

FESTIVAL Gadhimai sedang menjadi bahan pembicaraan. Apa itu festival Gadhimai?
Dikutip dari wikipedia, Festival Gadhimai adalah festival Hindu yang diadakan sekali setiap lima tahun di candi Gadhimai Bariyapur, Distik Bara, sekitar 100 miles (160 km) selatan ibukota Kathmandu di Nepal bagian selatan. Perayaan ini melibatkan persembahan hewan (meliputi kerbau, babi, kambing, ayam, dan merpati) terbesar di dunia yang bertujuan menyengkan Gadhimai, dewi kekuasaan.
Sekitar 5 juta orang berpartisipasi dalam festival ini dengan mayoritas orang India dari negara bagian Uttar Pradesh dan Bihar. Mereka menghadiri festival di Nepal karena persembahan hewan dalam ritual ini dicekal di negara mereka sendiri. Mereka mempercayai hewan yang dipersembahkan untuk dewi Gadhimai akan mengakhiri kejahatan dan membawa kesejahteraan.

PAMERAN karikatur Nabi Muhammad di Texas, Amerika Serikat berujung penyerangan yang menewaskan dua pelakunya. Pameran ini tidak terlepas dari peran organisasi American Freedom Defense Intiative, AFDI, sebagai penyelenggaranya.
AFDI yang dipimpin oleh Pamela Geller memang dikenal sebagai organisasi yang kerap menyuarakan anti-Islam dan penentangan terhadap perkembangan Islam di Amerika Serikat.
Sikap anti-Islam ini jelas terlihat dalam beberapa praktik dan tindakan kelompok ini. Pameran karikatur yang melecehkan Nabi Muhammad di Texas pekan ini hanya satu dari sekian aksi mereka yang menyudutkan Islam.

JIWA-jiwa itu adalah sekumpulan jenis, setiap jenis bermesraan dengan jenis yang dikenalnya (diriwayatkan oeh Mutafaq Alain) Jiwa itu bagaikan tentara yang berkumpul, maka kenal mengenal daripadanya, niscaya jinak menjinakkan.
Dan yang berlainan daripadanya, niscaya akan berselisih (diriwayatkan oleh Imam Muslim dan diterima oleh Abu Hurairah) Tidaklah berkasih kasihan dua orang pada jalan Allah, melainkan yang lebih mencintai Allah dari keduanya. Itulah yang paling mencintai temannya, dari keduanya Membuat satu persahabatan baru tidaklah sulit, asal dua syarat mudah ini dipenuhi.
Yang pertama “mau sedikit menekan sikap angkuh dan pemalu yang berlebihan”.

SUBHANALLAH, menakjubkan! Anak kecil berusia 7 tahun itu sudah dapat menghafal al-Quran. Bukan hanya ibunya yang memang telaten mendidik dan mengajarkan al-Quran sejak bayi, demikian pula gurunya. Tak heran bila dalam bulan Ramadhan, anak lelaki itu mampu mengkhatam al-Quran berpuluh kali.
Begitu menginjak remaja, Muhammad bin Idris, anak laki-laki itu, kian bersemangat dalam mempelajari ilmu pengetahuan, terutama ilmu dien. Ia berpamitan pada orang tuanya guna mempelajari bahasa Arab di suatu dusun Bani Huzail yang dikenal terdapat banyak pengajar bahasa Arab jempolan.
Tak kurang dari 10 tahun ia habiskan untuk menimba ilmu tersebut. Selama masa itu pula mahir menguasai sastra Arab; mampu menghafal syair-syair berat karya Imru’u al-Qais, Zuhaer, dan Jarir. Berangkat dari penguasaan sastra ini, mendorong dirinya kian tertarik pada bahasa al-Quran.

SETIAP umat Islam tentu menginginkan kedekatan pada Sang Khalik, yang menciptakan langit dan bumi beserta dirinya sendiri. Ia menginginkan yang terbaik di sisi Tuhan-Nya. Oleh sebab itu, berbagai praktek ibadah dilakukan. Termasuk mengasingkan diri hanya untuk beri’tikaf di masjid, tanpa melakukan sosialisasi dengan orang lain.
Apa yang dilakukan oleh kebanyakan orang tersebut, yakni mengasingkan dirinya dari gemilau dunia, memanglah baik. Karena maksud mereka pun baik, yakni mendekatkan diri pada Allah. Hanya saja, jika hanya melakukan itu saja, itu tidaklah cukup untuk sampai pada Allah. Mengapa? Ada hal lain yang perlu juga dilakukan oleh setiap insan untuk mencapai tempat yang mulia di sisi-Nya.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku berjalan bersama saudaraku muslim untuk memenuhi hajat(nya) lebih aku sukai daripada I’tikaf di masjid selama satu bulan,” (Hadis hasan, lihat shahih al-jami’, hadis nomor: 176).

;;